Feeds:
Posts
Comments

Demonstrations - Living Steel

Posted using ShareThis

over the edge?

the bridge…..

sebelum saya akan memposting artikel selanjutnya yang memang inti dari blog ini, saya tergelitik untuk mengulas sedikit tentang pemahaman suatu konsep batas dalam arti yang lebih global.konsep yang menurut saya merupakan penentu esensi dari pemikiran dan perilaku makhluk hidup. kenapa saya menggunakan kata “batasan” karena menurut saya akan lebih mudah untuk menjelaskan maksud saya, mungkin pembaca akan mempunyai istilah sendiri nantinya setelah membaca, namun itu tidak menjadi masalah bagi saya.

dalam kehidupan tiap individu mempunyai batasan-batasan masing-masing dalam melakukan segala hal, entah itu secara tidak sadar (self capacity suggestion) ataupun secara sadar (logic). hal tersebut sangat mempengaruhi kita dalam melakukan tindakan. contohnya, semisal seorang pelukis kontemporer  akan membuat sebuah maha karya tentang keindahan wanita dalam visualisasi berdasarkan imajinasi sang pelukis sendiri. disinilah sang pelukis sudah menetapkan batasan-batasan imajinasi dia yang akan dituangkan dalam kanvas. batasan bagaimana bentuk tubuh sang wanita, ekspresi wajahnya, dan segala keindahan yang melekat pada wanita tersebut. imajinasi sang pelukis bergerak menuju alam bawah sadar yang paling dalam, hanya emosi dan imajinasi yang menggerakkan tangan sang pelukis. setiap batasan yang ditetapkan pelukis mempunyai pengaruh psikologis bagi dia sendiri dan bagi orang lain yang menikmati karya sang pelukis tersebut.

permasalahannya adalah, batasan-batasan sang pelukis tidak sama dengan batasan-batasan yang dimiliki orang lain yang menikmati karya sang pelukis. tiap orang mempunyai persepsi masing-masing mengenai karya sang pelukis, yang akhirnya mempengaruhi psikologis dan cara berpikir orang yang menikmatinya. apakah pengaruh positif ataukah negatif yang didapat, kita tidak tahu.

kita tentu pernah mendengar istilah “think outside the box” yang bermaksud untuk memaksa kita untuk keluar dari batas kita sendiri menuju batas yang lebih luas. masalahnya adalah lebih luas yang seperti apa? seluas apa? disini yang akhirnya pemikiran kita menjadi liar dan kadang tak terkendali. dikarenakan zona ego kita berada diantara zona anima dan zona persona, yaitu diantara alam bawah sadar (unconcious) dan alam sadar (concious). semakin kita kedalam menuju zona anima maka ego kita akan semakin berkembang menjadi super ego. kondisi ini yang menentukan ke arah mana sang pelukis membawa karyanya tersebut, sebagai seni yang egosentris ataukah seni yang bermanfaat. sekali lagi saya tidak tahu.

psychoanalityc scheme

psychoanalityc scheme


kita adalah makhluk yang paling kompleks diantara makhluk bumi yang lainnya. kompleksitasnya kita terletak bukan hanya dari segi fisik dan emosi kita masing-masing, tetapi juga kita saling terkoneksi antara tiap-tiap individu dan lingkungan baik secara fisik dan emosi yang saling mempengaruhi juga. inilah yang membentuk dunia kita. segala hal yang kita lakukan sedikitnya selalu berpengaruh terhadap yang lain diluar lingkaran kita sendiri. hasil dari buah pemikiran kita akan selalu dilihat, dipahami, dinikmati dan dirasakan oleh orang lain, apakah pengaruhnya terhadap orang lain tentu saja menjadi pertanggungjawaban kita.

oleh karena itu, sangat penting menurut saya untuk kita menetapkan batasan-batasan kita.

archeathinking!

image courtesy by astyla.std

image courtesy of astyla.std

sepenggal pengantar

imajinasi dalam bayangan idealisme merupakan salah satu dasar pemikiran blog ini, pikiran dan imajinasi itu sendiri merupakan kosmos yang paling luas bahkan lebih luas di banding alam semesta ini. secara tidak sadar alam bawah sadar (unconcious mind) kita selalu mendahului pikiran kita. namun sayangnya, ingatan dan pikiran kita kadang selalu tertinggal jauh. sehingga pencerahan terkadang selalu dihalangi bayangan-bayangan semu, terlihat namun tampak blur.

proses pencarian ide dalam berkreativitas kadang memerlukan waktu yang panjang. namun ide itu sendiri sebenarnya bisa dipicu atau dipancing, bagaimana caranya? itu tergantung bagaimana cara kita menilai dan peka terhadap keadaan kita sendiri.

selanjutnya apakah kreatifitas itu hanyalah menjadi suatu ego idealisme saja ataukah menjadi suatu fungsi dalam variable masyarakat yang heterogen serta imbasnya terhadap ekologi yang mulai menurun kualitasnya. itu terserah pada kearifan masing-masing individu saja.

di blog ini, saya tidak akan mencoba mengulas bagaimana cara untuk memicu suatu ide berdasarkan proses imajinasi tersebut, tapi lebih sebagai pengamat dan mencoba memahami menurut pandangan subyektif saya sendiri.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.